Masyarakat Diminta Punya Empati dan Toleransi kepada Sesama

progreskaltim.id Anggota Komisi II DPRD, Sapto Setyo Pramono, mengunjungi Jalan Perjuangan, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda, Kamis, 9 November 2013. Kepada sejumlah warga di situ, ia menyosialisasikan wawasan kebangsaan. Semua masyarakat diminta memiliki empati dan toleransi kepada sesama.

Menurut Sapto, sosialisasi wawasan kebangsaan sangat penting. Tujuannya mengingatkan masyarakat bahwa Pancasila adalah landasan bagi penyelenggaraan negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Lewat Pancasila pula, Indonesia yang kaya akan suku, agama, dan budaya dapat bersatu.

BacaJuga

“Pancasila sudah lama diakui sebagai dasar dan ideologi negara. Jadi, pemahaman Pancasila sebagai pandangan hidup dan pemersatu bangsa harus terus digaungkan guna menggugah empati masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, empati masyarakat dapat dilihat dari perilaku sehari-hari. Contoh kecilnya, peduli dan membantu tetangga. Apabila masyarakat acuh dan tak peduli dengan tetangganya, maka empatinya dinilai kurang.

Sapto juga menjelaskan tentang Undang-Undang Dasar 1945. UUD ini disebut sebagai konstitusi tertulis dan tertinggi yang menjadi dasar bagi seluruh peraturan hukum di Indonesia. Semua hukum atau aturan di negara ini, harus mencerminkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam UUD 1945. Termasuk cara pemerintahan melaksanakan fungsi dan kewajiban serta memberikan hak.

“Penting untuk diingat bahwa bangsa kita memiliki kekayaan dan potensi alam yang besar. Semua sumber daya alam dan manusia yang berlimpah adalah karunia Allah untuk Indonesia,” ucapnya.

Sosialisasi wawasan kebangsaan merupakan salah satu agenda Badan Musyawarah DPRD Kaltim. Tujuannya mendukung kerangka wawasan kebangsaan di Kaltim. Kegiatan ini juga menjadi ajang anggota dewan bersilaturahmi dengan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. (adv/dprdkaltim)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10