progreskaltim.id – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Kota Bangun Darat menghasilkan kesepakatan bahwa peningkatan infrastruktur masih menjadi fokus utama pembangunan di wilayah tersebut. Usulan ini berdasarkan kebutuhan 10 desa yang ada di kecamatan tersebut.
Selain perbaikan jalan antar desa, sektor lain yang tak luput dari perhatian adalah infrastruktur penunjang pertanian dan perkebunan, seperti jalan usaha tani dan irigasi. Hal ini sejalan dengan potensi besar Kecamatan Kota Bangun Darat di bidang pertanian.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, mengungkapkan bahwa kondisi jalan di wilayahnya, terutama akses menuju kantor kecamatan, masih memprihatinkan. Saat musim hujan, warga kesulitan untuk mengurus administrasi karena jalan menjadi becek dan sulit dilalui.
“Infrastruktur jalan di kecamatan ini menjadi prioritas utama agar 10 desa di Kota Bangun Darat bisa terhubung dengan baik,” kata Julkifli, pada Selasa, 23 April 2024.
Salah satu desa yang terdampak buruk oleh kondisi jalan yang rusak adalah Desa Wonosari. Warga desa tersebut harus menempuh perjalanan memutar dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama untuk mengurus keperluan administrasi.
Beruntungnya, kabar gembira datang bagi warga Kecamatan Kota Bangun Darat. Pemerintah berencana untuk meningkatkan infrastruktur jalan menuju kantor kecamatan pada tahun 2024. Pengerjaan proyek ini akan dimulai pada bulan Mei dengan anggaran sekitar Rp 48-50 miliar.
“Kebutuhan jalan sudah dibahas dan disetujui untuk dikerjakan pada tahun 2024. Pengerjaannya akan dimulai bulan Mei ini dengan anggaran sekitar Rp 48-50 miliar,” pungkas Julkifli. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post