progreskaltim.id Langit Tenggarong tampak tenang pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2025. Di tengah dinamika politik yang sempat memanas, suasana di berbagai wilayah tetap kondusif. Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati seluruh proses demokrasi yang sedang berlangsung.
“Jaga keamanan dan jaga ketertiban pasca PSU ini. Kita serahkan kepada KPU sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu untuk menyampaikan hasil akhirnya. Mari kita hormati seluruh tahapan dan proses yang sedang berlangsung,” ujarnya saat ditemui awak media.
Menurut Edi, Pilkada adalah wujud nyata demokrasi yang memberi ruang bagi rakyat menentukan pemimpin daerah secara langsung. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk menerima hasil dengan kedewasaan politik. “Kemenangan dalam Pilkada bukanlah kemenangan satu kelompok atau golongan tertentu. Itu adalah kemenangan rakyat Kutai Kartanegara secara keseluruhan. Kita semua harus memahami bahwa pesta demokrasi adalah sarana untuk memperkuat persatuan, bukan memecah belah,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya gugatan hukum dari pihak yang tidak puas dengan hasil PSU. Langkah hukum, menurutnya, adalah hak konstitusional setiap warga negara dan bagian dari sistem demokrasi. Namun, ia meminta proses itu ditempuh dengan cara yang tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Kalau ada pihak yang ingin menempuh jalur hukum, silakan saja, karena itu merupakan hak konstitusional. Tapi saya minta, semua pihak harus tetap menjaga kondusifitas daerah. Jangan sampai proses hukum justru menjadi pemicu gangguan keamanan. Kukar adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga,” tambahnya.
Dengan ajakan itu, Edi berharap suasana pasca PSU tetap berada dalam bingkai kedamaian. Stabilitas daerah, katanya, harus selalu diutamakan agar pemerintahan mendatang mampu berjalan amanah dan berpihak pada kepentingan rakyat. (*)

Discussion about this post