Amplang Balet, Camilan Sentuh Desa Teluk Dalam yang Terbang ke Pasar Dunia

progreskaltim.id Di pesisir Sungai Mahakam, aroma gurih amplang kini berpadu dengan sentuhan eksotis sarang burung walet. Dari dapur sederhana di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, lahirlah produk kuliner inovatif bernama Amplang Balet—camilan yang kini menembus pasar ekspor Asia Tenggara.

Sejak pertama kali dikirim ke Singapura dan Thailand pada 2023, Amplang Balet terus menarik minat konsumen luar negeri. Harganya memang premium—sekitar Rp150 ribu per kilogram—namun nilai gizinya tinggi, kaya protein dan mineral dari bahan baku walet.

BacaJuga

“Rasanya gurih khas amplang, tapi dengan sensasi baru yang lebih lembut dan bergizi,” kata Supian, Kepala Desa Teluk Dalam, Jumat 25 Mei 2025.  

Supian bercerita, ide membuat amplang berbahan sarang walet muncul dari keinginan warganya untuk memberi nilai tambah pada komoditas lokal. Awalnya hanya eksperimen rumahan, tapi setelah diuji pasar, permintaannya justru datang dari luar negeri.

“Produk ini tidak hanya lezat, tapi juga punya cerita. Dari desa kecil di tepi Mahakam, kami bisa mengirimkan hasil inovasi ke luar negeri,” ujarnya bangga.

Kesuksesan Amplang Balet tak lepas dari peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara (Disperindag Kukar). Instansi ini memberi pelatihan produksi, membantu pengurusan izin edar, hingga mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra ekspor. Dukungan dari PT Multi Harapan Utama (MHU) pun membuka akses pasar internasional.

“Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci. Produk ini membuktikan bahwa inovasi desa bisa bersaing di pasar global,” ujar salah satu pendamping UMKM Disperindag Kukar.

Kini, Pemerintah Desa Teluk Dalam menyiapkan langkah lanjutan. Sebuah koperasi ekspor tengah dirancang untuk mengelola produksi dan distribusi Amplang Balet secara mandiri. Pelatihan baru difokuskan pada peningkatan kualitas, pengemasan, dan strategi pemasaran digital.

Supian berharap, sukses Amplang Balet bisa memicu inovasi serupa dari pelaku UMKM lain di desanya.

“Teluk Dalam punya momentum besar. Kami ingin dikenal bukan hanya karena sarang walet, tapi juga karena kemampuan kami mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,” katanya.

Amplang Balet menjadi simbol bahwa desa tak lagi sekadar penghasil bahan mentah. Dengan kolaborasi dan kreativitas, Teluk Dalam membuktikan: dari tepian Mahakam, cita rasa global bisa lahir. (adv/diskominfokukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10