Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyalurkan bantuan kepada 1.033 korban bencana sepanjang tahun 2024. Bantuan ini tersebar di 55 titik bencana yang terjadi di berbagai kecamatan. Kepala Bidang Penanganan Korban Bencana dan Pengelolaan Taman Makam Pahlawan (PKBPTM) Dinsos Kukar, Riadi Hadiwinoto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara selektif, dengan prioritas utama diberikan kepada korban yang terdampak parah, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal. Program ini bertujuan untuk meringankan beban para korban bencana dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mendesak pasca bencana.
“Yang kami prioritaskan adalah masyarakat yang sudah tidak bisa tinggal di rumahnya. Seperti korban kebakaran, kalau mereka tidak punya rumah lagi, kami bantu dengan kebutuhan dasar berupa makanan dan sandang,” ujar Kepala Bidang PKBPTM Dinsos Kukar, tersebut pada Selasa, 12 November 2024.
Selain korban kebakaran, bantuan juga diberikan kepada warga terdampak puting beliung, meskipun skalanya lebih kecil. “Kalau puting beliung, biasanya kami hanya memberi bantuan makanan. Sandang biasanya masih ada,” lanjutnya.
Bencana banjir juga menjadi perhatian khusus. Namun, tidak semua kasus banjir dianggap bencana. “Kalau banjirnya hanya sehari dan surut, seperti di Marangkayu dan Prengat Selatan, itu masih kami anggap musibah biasa, bukan bencana. Jadi, bantuan hanya untuk situasi yang darurat saja,” katanya.
Di wilayah yang terdampak lebih parah seperti Purwajaya yang mengalami longsor, Dinsos mendirikan dapur umum. Hal serupa dilakukan saat kebakaran besar melanda Loa Ipuh, di mana Dinsos menyediakan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan warga.
Sejak Januari 2024, Dinsos Kukar telah mengalokasikan bantuan kepada 1.033 jiwa, mendekati target tahunan sebesar 1.500 penerima. “Kalau semua bencana diberi bantuan, mungkin akan overload. Karena itu, kami fokus pada kasus-kasus darurat saja,” jelasnya.
Menurutnya, sebaran titik bencana tidak merata di seluruh kecamatan. “Ada kecamatan seperti Samboja, Anggana, Tabang, dan Muara Wis yang tidak mengalami bencana tahun ini. Sebaliknya, Loa Ipuh malah mengalami dua kali kebakaran dalam seminggu,” paparnya.
Terkait bentuk bantuan Ia mengatakan, Dinsos Kukar menyediakan bahan makanan pokok seperti beras, mi instan, sarden, susu, serta bumbu seperti saus dan kecap. Selain itu, alat-alat dapur seperti kompor dan panci juga disediakan. Untuk sandang, Dinsos menyediakan pakaian dewasa dan seragam sekolah bagi anak-anak yang terdampak. (*pariwara/diskominfokukar)
Discussion about this post