DP3A Kukar Lakukan Evaluasi untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Gender

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebagai bagian dari komitmen untuk mencapai pembangunan yang lebih inklusif. Melalui evaluasi strategi yang dilakukan, DP3A Kukar berharap dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang lebih efektif dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah ini. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar, guna memastikan bahwa semua sektor pembangunan dapat mencakup kebutuhan gender dan anak secara optimal.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Perlindungan Perempuan (PP), dan Pemenuhan Hak Anak (PSDGA) DP3A Kukar, Chalimatus Sa’diah, mengungkapkan pentingnya IPG sebagai tolok ukur kesetaraan gender. Indikator ini mencakup aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

BacaJuga

“Evaluasi ini penting untuk melihat capaian saat ini sekaligus merumuskan strategi yang lebih efektif ke depan. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa pembangunan di Kukar benar-benar merangkul semua pihak tanpa kecuali,” ujar Chalimatus Sa’diah, Senin, 18 November 2024.

DP3A Kukar menargetkan pengarusutamaan gender (PUG) dapat diintegrasikan secara optimal di berbagai lini pembangunan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Upaya ini juga melibatkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keadilan gender untuk menciptakan lingkungan sosial yang inklusif.

Menurut Chalimatus, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci utama. “Kami membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen. Kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tantangan kolektif yang memerlukan sinergi semua pihak,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimis bahwa melalui evaluasi dan penyesuaian strategi, kesetaraan gender dapat diwujudkan. Dengan program yang terarah, perempuan di Kukar diharapkan semakin berdaya dalam berbagai sektor, baik sebagai pelaku ekonomi maupun penggerak sosial.

“Kami percaya dengan komitmen bersama, target IPG yang telah ditetapkan dalam RPJMD dapat tercapai, dan Kukar bisa menjadi wilayah yang ramah gender serta inklusif,” pungkas Chalimatus. (*pariwara/diskominfokukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10