progreskaltim.id Lumpur yang dulu menahan langkah kini berganti hamparan jalan keras sepanjang 1,2 kilometer. Di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, warga tak lagi harus mendorong gerobak hasil panen di jalur licin setiap kali hujan turun. Jalan usaha tani yang lama dinanti akhirnya rampung pada pertengahan Juni 2025 dan kini menjadi nadi baru bagi aktivitas pertanian warga.
Kepala Desa Jonggon, Fahruddin, mengatakan pembangunan jalan ini menjadi prioritas utama dalam program desa tahun anggaran 2025. Proyek tersebut dibiayai sepenuhnya melalui Dana Desa. “Pekerjaan jalan usaha tani selesai pada tanggal 14 Juni 2025 dan kini sudah bisa dimanfaatkan warga. Ini bentuk komitmen kami meningkatkan akses pertanian dan ekonomi lokal,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
Sebelum ada jalan ini, petani harus berjuang menembus tanah becek untuk mengangkut hasil panen. Truk pengangkut pun sering terjebak lumpur, membuat biaya transportasi meningkat. Kini, jalur yang menghubungkan area persawahan dengan pusat desa sudah bisa dilalui kendaraan tanpa kendala.
Sukardi, seorang petani setempat, menyebut perubahan itu terasa langsung. “Kalau dulu truk susah masuk, sekarang Alhamdulillah hasil panen bisa cepat diangkut. Kami sangat berterima kasih,” katanya saat ditemui di lokasi jalan usaha tani, Sabtu (15/6/2025).
Pembangunan jalan ini menjadi bagian dari program desa untuk memperkuat kemandirian berbasis pertanian. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga mendorong proyek serupa di wilayah lain sebagai langkah menuju desa produktif dan berkelanjutan. Hingga pertengahan Juni 2025, jalan usaha tani di Jonggon telah resmi beroperasi dan digunakan warga untuk distribusi hasil panen harian. (adv/diskominfo kukar)

Discussion about this post