Kunci Kemenangan PDI Perjuangan di Pileg 2024 Kukar

progreskaltim.id Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencatatkan kemenangan besar di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menurut perhitungan cepat internal partai, mereka akan memperoleh 18 kursi legislatif di DPRD Kukar. Meningkat 150 persen dari hasil Pileg 2019 lalu sebanyak 7 kursi. PDI Perjuangan diyakini bakal merebut kursi Ketua DPRD Kukar.

Torehan ini merupakan sejarah baru bagi partai berlambang Banteng Bermoncong Putih. Persisnya di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kukar, Edi Damansyah. Mengingat di periode sebelumnya, Kukar selalu didominasi Partai Golongan Karya (Golkar).

BacaJuga

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Jumansyah punya analisis atas raihan positif ini. Jumansyah menilai, keberhasilan ini karena kecapakapan pembibitan kader partai. Selain itu, basis kekuatan masing-masing kader juga dinilai kokoh.

Jumansyah menyatakan, kemenangan partai dalam Pemilu di Indonesia biasanya lantaran implikasi Presiden, partai, hingga basis. Di Kaltim khususnya Kukar, diketahui bila para pemilih lebih dominan pada figur yang diusung.

“Mereka melihat apabila caleg itu menarik, maka mereka akan memilihnya. Dan PDI Perjuangan  ini memiliki basis akar rumput yang kuat,” sebut Jumansyah kepada media, Rabu, 21 Februari 2024.

Strategi PDI Perjuangan dalam filterisasi terhadap figurisasi kader di Pemilu, kata dia, terbilang sangat baik. Dalam hal ini masing-masing caleg yang maju selalu tepat menyesuaikan karakteristik wilayah.

“Baik itu berasal dari kelompok tertentu, seperti nelayan, petani ataupun buruh. Mereka memiliki satu karakteristik yang sama, yakni sosok pekerja keras,” terang Jumansyah.

Lebih lanjut dipaparkan, terdapat sebelas kader Partai Golkar di Kukar, baik itu petahana maupun tidak yang menyeberang ke PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 ini. Kesebelas caleg ini dipastikan mendapat banyak suara sebagai modal kemenangan mereka.

Hal ini menurut Jumansyah, kembali membuktikan bahwa sosok pimpinan partai yang juga pimpinan daerah bukanlah kunci kemenangan. Melainkan keberhasilan pembibitan caleg, mulai dari seleksi hingga proper test. Pembibitan PDI Perjuangan ini menurut Jumansyah terbilang bagus, yang pastinya menggunakan sistem pembobotan dalam proses seleksinya.

Dia lantas memberikan contoh kader PDI Perjuangan yang berpotensi meraih kemenangan yaitu Rahmat Dermawan dan Madina dari pesisir Kukar. Kemenangan tersebut dengan torehan lebih lima ribu suara merupakan hasil kerja individu caleg di dapilnya.

“Sesuai dengan kaderisasi PDI Perjuangan dan ideologinya, yang terkenal sebagai partai wong cilik. Berarti sebagai partai orang kecil, tempat pekerja keras. Jadi bukan karena program pemerintah dan pemimpinnya, tetapi ada setiap personal caleg yang memiliki implikasi basis yang kuat,” urai Jumansyah.

“Jadi saya pikir kemenangan PDI di Kukar itu karena ketepatan partai, murni figuritas caleg yang mendominasi. Karena pemilih kita pada umumnya sampai hari ini agak abu-abu kalau bicara ideologi partai, yang jelas figuritas,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10