progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpina Edi Damansyah dan Rendi Solihin berupaya keras meningkatkan sektor perekonomian di luar ekstraksi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Keduanya menyadari, sektor minerba seperti tambang batu bara, gas dan minyak bumi yang selama ini menopang 60 persen pendapatan Kukar bakal habis.
“Jika kita tidak bisa menopang sektor perekonomian unggulan dari sektor lain, kami khawatir Kukar bakal melarat,” ujar Rendi Solihin ketika menyerahkan bantuan 50,7 ton pupuk organik kepada petani di Kecamatan Samboja Barat, 8 Juli 2023. “Ketika sudah habis, habis lah itu, minyak, gas, batu bara, semua tidak bisa diperbaharui. Saya khwatir anak cucu kita tidak bisa mendapatkan kesejahteraan,” sambungnya.
Sejauh ini, Rendi melihat, harapan untuk tidak tergantung dari sektor minerba mulai tumbuh seiring kesadaran masyarakat.
Harapan itu harus terus didukung Pemkab Kukar. Selain bantuan pupuk dan Alsintan, Pemkab Kukar juga terus menyiapkan infrastruktur pendukung. Targetnya, terbangun 120 embung, 120 kilometer jalan usaha tani dan 30 ribu lahan perkebunan.
Dukungan ini diharapkan meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian yang selama lima tahun terakhir menyumbang 19 persen APBD menjadi 40 persen di masa mendatang.
“Ini menjadi penguatan ekonomi baru di Kukar, selain sebagai sumber bahan pokok untuk menopang IKN,” pungkasnya.

Discussion about this post