Membangkitkan Kejayaan Pulau Kumala, Bangun Waterboom Mini

progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bertekad membangkitkan kembali wisata di Pulau Kumala. Sejumlah perbaikan, serta pengembangan di Pulau Kumala bakal segera dilakukan guna menarik wisatawan untuk Kembali berkunjung ke ikon Tenggarong tersebut.

Objek wisata yang dibangun bertahap sejak tahun 2000 itu diharapkan menjadi destinasi wisata kebanggan dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Raja. Di masa jayanya, pulau seluas 76 hektare ini memiliki sejumlah wahana permainan yang atraktif.

BacaJuga

Mulai dari kereta gantung yang menghubungkan pengunjung dari daratan ke pulau, kereta api mini, sky tower, resort, sarang burung raksasa, jembatan repo-repo dan sejumlah wahana lainnya.

Ini menjadi daya tarik tersendiri. Sebelum Covid-19 melanda di tahun 2019 lalu, kunjungan wisatawan lokal hingga asing ke Pulau Kumala sempat menyentuh 10.318 orang.

Kejayaan Pulau Kumala mulai pudah. Jumlah pengunjung berkurang drastis ketika Covid-19 melanda. Fasilitas sempat ditutup sementara untuk menghalau penyebaran wabah.

Di sisi lain, sejumlah wahana wisata mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Kukar harus putar otak mengembalikan kejayaan Pulau Kumala.

“Semenjak Covid-19 memang ada fasilitas yang rusak. Sekarang, pelan-pelan diperbaiki, dan sudah kita anggarkan untuk pengembangan di Pulau Kumala,” ujar Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Selasa, 27 Juni 2023.

Lanjut Rendi menjelaskan, selagi menunggu investor di Pulau Kumala, Pemkab Kukar sedang melakukan pengembangan kecil di Pulau Kumala. Salah satunya dengan membangun waterboom mini yang pembangunannya dimulai 2023 ini.

Upaya simultan ini diharapkan menarik minat wisatatawan berkunjung ke Pulau Kumala. Langkah ini, sambung Rendi juga menepis anggapan sebagian pihak  di media sosial yang menilai Pulau Kumala berbahaya dikunjungi.

Menurut Rendi, Pulau Kumala masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terbukti dari jumlah kunjungan di libur Hari Raya Idul Fitri lalu, di mana pengunjung mencapai 3 ribu lebih.

“Sekali lagi, anggapan Pulau Kumala ini adalah pulau terlarang untuk dikunjungi tidaklah benar. Kami dari Pemkab Kukar bertekad untuk mengembangkan fasilitas penunjang lainnya guna menarik wisatawan,” tegas Rendi.

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10