progreskaltim.id Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kukar meyakini meraih 18 kursi di DPRD Kukar pada Pileg 2024 ini. Perolehan kursi ini meroket 150 persen berbandingkan hasil pileg 2019 lalu sebanyak 7 kursi. Estimasi hasil ini didapat dari hitung cepat suara di seluruh kecamatan di Kukar.
Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Ketua PDI Perjuangan Kukar Bidang Politik, Aulia Rahman. Persisnya dalam konfrensi pers di Kantor DPC PDI Perjuangan Kukar, Sabtu, 17 Februari 2024.
“Alhamdulillah, setelah mendapatkan hasil dari seluruh kecamatan, bisa kami kabarkan kepada seluruh awak media bahwa PDI Perjuangan keluar sebagai pemenang pemilu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Masih mengacu dari perhitungan cepat internal, Aulia optimistis capaian 18 kursi ini mampu mengantarkan PDI Perjuangan merebut kursi Ketua DPRD Kukar periode 2024-2029. Sebagai informasi, hasil pileg 2019 lalu menempatkan Golkar sebagai peraih suara dan kursi terbanyak sebagai Ketua DPRD. Sementara PDI Perjuangan meraih kursi dan suara terbanyak ketiga sebagai Wakil Ketua II.
Atas pencapaian ini, Aulia berterima kasih kepada seluruh warga Kukar karena memberi kepercayaan terhadap partainya.
“Kemenangan ini bukan hanya kemenangan DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, tapi kemenangan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara. Kami akan bekerja keras untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat Kutai Kartanegara sesuai dengan visi dan misi PDI Perjuangan,” tegas Aulia.
Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara Effendi memberi penjelasan tambahan. Utamanya terkait metode hitung cepat yang mereka gunakan. Yakni hitung cepat langsung di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Kukar.
“Kami memiliki 2269 TPS di Kutai Kartanegara. Kita memiliki dua orang saksi di setiap TPS yang sudah kita latih beberapa hari sebelumnya. Kemudian, sejak dua hari sebelumnya kami persiapkan kamar hitung BSPN. Di sini, kita memiliki 40 orang inputer dengan 40 komputer yang memasukkan data dari saksi,” jelas Effendi.

Lanjut Effendi menjelaskan, data yang masuk ke kamar hitung BSPN tidak hanya diterima lewat pengiriman lembar fisik C1. Melainkan juga lewat foto kertas C1 plano yang dikirim secara digital dari TPS. Selain itu, pihaknya juga memiliki 210 orang koordinator desa dan 20 orang koordinator kecamatan yang mengawal suara di TPS.
“Kami menggunakan dua sistem. Ada sistem yang dibangun sendiri oleh BSPN Kutai Kartanegara, ada sistem yang direkomendasikan BSPN secara nasional. Semuanya hasil dihitung secara live dengan cepat, menggunakan data dari saksi C1 fisik dan C1 plano,” ungkap Effendi.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, Junaidi juga angkat bicara. Ia mengatakan pemilu legislatif 2024 ini memiliki proses yang luar biasa dan memberi perubahan besar untuk partainya. Dari kursi yang sangat kecil, sekarang PDI Perjuangan mendapatkan kursi yang sangat besar. Di seluruh kecamatan, rata-rata caleg PDI Perjuangan mendominasi proses politik tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja politik di kepemimpinan Bapak Edi Idamansyah sebagai ketua DPC PDI Perjuangan beserta para kader-kadernya itu berjalan secara seiring sejalan dan masih turun ke bawah,” ucap Junaidi.
Dalam proses hitung cepat, Junaidi menjelaskan tim di lapangan mendeteksi beberapa permasalahan di lapangan. Sebagai contoh larangan bagi saksi memfoto formular C1 plano. Junaidi menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut dengan melaporkan ke pihak berwenang.
“Ini juga menjadi catatan-catatan kita dan nanti bersama bagian hukum di PDI Perjuangan akan mengkaji dan akan kita pidanakan bagi pelaku-pelaku kecurangan di dalam pemilu. Banyak keluhan dari teman saksi dan juga dari pemantau pemilu kita terkait tentang tidak transparannya proses,” tuturnya.
Sebagai informasi, hasil resmi perolehan suara pileg 2024 di Kukar akan ditetapkan berdasarkan hasil penghitungan berjenjang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum.(*)

Discussion about this post