progreskaltim.id – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah bersiap dalam bursa pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2024.
Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengumumkan bahwa partainya membuka pendaftaran bagi calon kepala daerah.
“Jadi PDI Perjuangan hari ini untuk Kalimantan Timur DPD dan DPC membuka pendaftaran baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota dimulai dari 1 April sampai 15 Mei 2024,” kata Ananda saat ditemui di Kantor DPD PDI Perjuangan, Sabtu, 30 Maret 2024.
Ananda menjelaskan, melalui proses penjaringan pendaftaran calon kepala daerah, PDIP memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki misi untuk membangun Kaltim untuk mendaftar. Proses dan mekanisme pendaftaran diawali dengan pengambilan formulir di DPD atau DPC.
“Kalau yang mau nyalon Gubernur kirimnya ke DPD, tapi kalau yang nyalon kabupaten/kota kirimnya ke DPC,” sebut Nanda, sapaan akrab Ananda Emira Moeis.
Dalam pendaftaran calon kepala daerah, partai berjuluk moncong putih ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum, bukan hanya diperuntukan bagi internal partai. Asalkan, memiliki asas dan ideologi yang sama dengan PDIP.
“Yang pasti kita terbuka secara umum, silahkan mendaftar, nanti proses administrasi pemberkasan dilakukan di sini,” jelasnya.
Nanda menekankan selama proses pendaftaran hingga penjaringan tidak ada tebang pilih dan kriteria khusus bagi seluruh pendaftar. Proses penjaringannya pun akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Sehingga, dapat menghasilkan calon yang baik untuk Kaltim.
Namun, perempuan yang menjabat anggota Komisi IV DPRD Kaltim ini menekankan jika akan banyak barometer dalam pertimbangan DPP Partai untuk menentukan calon kepala daerah. Mulai dari tingkat popularitas dan hasil survei serta poin-poin penilaian yang lain.
“Mudah-mudahan dapat bersinergi dalam pembangunan Kaltim secara meluas,” harapnya.
Ditanya soal mekanisme koalisi partai, Ananda menunggu hasil keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP Partai. Tetapi, PDIP tetap terbuka dalam berkoalisi dengan partai dan politisi di luar PDIP, asalkan memiliki asas yang sama dengan partainya.
“Kita (berkoalisi) terbuka, yang pasti sama-sama mau membangun dengan baik,” pungkasnya. (*)

Discussion about this post