progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus turun tangan mengatasi dampak banjir yang menerjang seluruh lima kecamatan. Setelah sebelumnya menyerahkan bantuan di Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Long Hubung, kali ini giliran warga di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang menerima bantuan.
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, didampingi Sekretaris Kabupaten, Stephanus Madang, pada Kamis, 23 Mei 2024. Kampung-kampung di dua kecamatan yang terletak di hulu Sungai Mahakam ini merupakan daerah terparah terdampak banjir yang berlangsung sejak 14 hingga 17 Mei 2024.
Dalam kunjungan kali ini, bupati turun langsung melakukan bakti sosial yang meliputi pendataan dampak banjir, pembagian sembako, dan uang tunai. Di Balai Adat Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, bupati menyampaikan permintaan maaf karena baru bisa datang membawa bantuan.
Satu-satunya akses dari dan menuju kampung di hulu riam adalah Sungai Mahakam. Beberapa hari setelah banjir, sungai yang terkenal dengan jeram yang ganas itu masih meluap sehingga menyulitkan transportasi orang dan barang.
“Tapi ini tidak mengurungkan niat kami yang tulus ingin membantu,” ucap Bupati Bonifasius kepada masyarakat yang berkumpul di Balai Adat Tiong Ohang.
Bupati Bonifasius tak henti-hentinya menyemangati warganya untuk segera bangkit setelah diterjang banjir. Bantuan ini berasal dari Pemkab Mahulu, Provinsi Kaltim, perusahaan setempat, dan TNI/Polri.
Dalam kunjungannya ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, bupati menyadari masih banyak warganya yang bermukim di pinggiran Sungai Mahakam, sebuah kondisi yang telah berlangsung turun temurun sejak nenek moyang mereka. Bupati mengingatkan warganya untuk mempertimbangkan pindah ke daerah yang lebih aman dari banjir.
Banjir besar yang menerjang Kabupaten Mahulu sejak 14 hingga 17 Mei 2024 mengakibatkan sedikitnya 38 dari 50 kampung di Mahulu terendam hingga setinggi 3 meter lebih. Puluhan ribu warga menjadi korban, banyak fasilitas umum, rumah warga, dan harta benda rusak.
“Penting untuk menghormati hukum alam dan menghindari membangun di pinggir sungai untuk mengurangi risiko banjir di masa depan,” kata Bupati Bonifasius.
Meski demikian, bupati menyadari bahwa upaya relokasi ini tidaklah mudah. Saat mengunjungi korban banjir di Kecamatan Laham dan Long Hubung, bupati sempat mengatakan bahwa upaya relokasi ini membutuhkan biaya besar dan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Ini membutuhkan perencanaan jangka panjang dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat untuk mengajak mereka pindah dari tempat yang terdampak banjir ke area yang lebih aman,” ujar Bupati Bonifasius ketika menerima kunjungan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo pada Rabu, 22 Mei 2024.
Banjir yang melanda Kabupaten Mahulu menyebabkan banyak kerusakan di lima kecamatan. Dua kecamatan yang paling terdampak adalah Long Pahangai dan Long Apari, karena perkampungan di dua kecamatan tersebut berada di hulu Sungai Mahakam yang sempat meluap.
Belasan kampung terendam banjir yang terjadi sejak 14 hingga 17 Mei 2024. Ribuan rumah dan ratusan fasilitas umum menjadi korban.
Berkaca pada kerusakan yang ditimbulkan, Bupati Bonifasius meminta para petinggi—kepala desa dan camat—di dua kecamatan tersebut untuk segera mengumpulkan data kerusakan rumah dan fasilitas umum. Data ini akan dijadikan acuan mempercepat proses perbaikan.
“Ini penting agar kehidupan masyarakat segera kembali normal dan mengurangi dampak jangka panjang dari bencana ini,” demikian disampaikan Bupati Bonifasius ketika meninjau dan menyalurkan bantuan korban banjir kepada warga di Lamin Adat Kampung Tiong Ohang Kecamatan Long Apari.
“Segera daftarkan rumah warga dan sekolah. Kasihan anak-anak kita sedang masa ujian,” ujarnya. “Puskesmas pembantu harus cepat beroperasi.” tutupnya. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post