Pemkab Kukar Percepat Pembangunan Irigasi Demi Tingkatkan Hasil Pertanian

progreskaltim.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot pembangunan jaringan irigasi di lima kawasan strategis pertanian untuk mendukung budidaya padi sawah. Langkah ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2026 yang bertujuan memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan di Kalimantan Timur, termasuk mendukung kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhamad Rifani, menjelaskan bahwa proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani lokal.

Rifani menyebutkan bahwa dalam lima tahun mendatang, Pemkab Kukar menargetkan pembangunan jaringan irigasi sepanjang 69 kilometer. Sejak 2022, Pemkab telah merealisasikan 17 kilometer jaringan irigasi dengan anggaran sebesar Rp 12 miliar. Tahun ini, akan dibangun tambahan 11 kilometer dengan biaya Rp 17 miliar.

BacaJuga

“Infrastruktur ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan pengairan yang dialami petani saat musim tanam, sekaligus memastikan pasokan air yang stabil bagi tanaman padi,” jelasnya, pada Senin, 4 November 2024.

Proyek irigasi ini mencakup lima kawasan pertanian di enam kecamatan, yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu. Di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, irigasi akan melayani enam desa yang memiliki luas lahan pertanian sekitar 1.520 hektare. Di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, jaringan irigasi dibangun untuk mencakup desa-desa seperti Bukit Biru, Jahab, dan Jembayan dengan luas lahan 1.216 hektare. Sementara itu, di Marangkayu, infrastruktur ini akan melayani lahan pertanian seluas 1.082 hektare di Santan Ulu, Semangko, dan Sebuntal.

Di Tenggarong Seberang, Pemkab Kukar telah menetapkan dua kawasan pertanian terpadu yang akan mendapatkan dukungan jaringan irigasi. Kawasan pertama mencakup delapan desa dengan luas lahan sekitar 1.650 hektare, sementara kawasan kedua meliputi lima desa dengan luas lahan mencapai 2.160 hektare. Dengan ini, total lahan pertanian yang akan diirigasi di Kukar mencapai 7.628 hektare.

Pemkab Kukar optimistis bahwa pengembangan infrastruktur irigasi ini akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kukar. “Program ini merupakan upaya strategis agar sektor pertanian di Kukar dapat terus berkembang dan siap menjadi penopang kebutuhan pangan di Kaltim dan IKN,” akhiri Rifani. (*pariwara/diskominfokukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10