progreskaltim.id Kepala Desa Lamin Pulut, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Antonius Wang Ngau tak lelah memperjuangkan infrastruktur dasar di desanya. Salah satu yang ia perjuangkan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar adalah hadirnya listrik PLN.
“Hingga saat ini, Desa Lamin Pulut belum merasakan layanan listrik PLN yang optimal. Ini sangat mempengaruhi pelayanan publik termasuk pendidikan,” kata Antonius Wang Ngau baru-baru ini.
Antonius bilang, ketiadaan listrik dari perusahaan setrum negara membuat masyarakat bergantung suplai energi dari generator set. Ini dianggap tidak efektif dan efisien dari sisi waktu dan biaya.
Kondisi ini juga berdampak pada terganggunya operasional kantor desa, sekolah serta pusat pelayanan masyarakat lainnya.
Tak ingin berpangku tangan. Pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pihat terkait. Mulai dari PLN sampai Pemkab Kukar.
Ini agar program elektrifikasi desa segera bisa mereka rasakan. Listrik menyala diharapkan memacu akselerasi pembangunan daerah terpencil.
“Kami sudah mengusulkan penyediaan jaringan listrik ke PLN, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan,” ungkapnya penuh harap.
Selain listrik. Desa Lamin Pulut juga terkendala akses infrastruktur jalan. Ada sekitar 8 kilometer ruas jalan desa yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur.
Meski sudah ada pembangunan semenisasi pembangunan jalan sepanjang hampir 700 meter yang telah direalisasikan pada masa kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah
“Kami berharap seluruh jalan desa bisa disemenisasi. Ini penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat, terutama dalam hal distribusi hasil kebun dan mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Antonius menambahkan bahwa akses jalan yang baik sangat menentukan efisiensi distribusi hasil pertanian dan ekonomi masyarakat. Jalan yang rusak atau belum beraspal kerap menyulitkan warga, khususnya saat musim hujan, serta menyulitkan transportasi anak sekolah dan logistik dasar.
Bangun Jalan Alternatif
Dalam jangka menengah, Pemerintah Desa Lamin Pulut juga mengusulkan pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan Kukar dengan wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Menurut Antonius, jalur alternatif tersebut akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, dan membuka konektivitas antar wilayah yang saat ini masih terisolasi oleh keterbatasan infrastruktur.
“Kami yakin jalur penghubung ke Kubar bisa menjadi solusi mobilitas antarwilayah yang lebih cepat dan efisien dibandingkan jalur utama yang ada saat ini,” jelasnya.
Masalah lain yang disorot adalah jaringan telekomunikasi yang lemah, membuat desa semakin terisolasi dari informasi dan layanan berbasis teknologi sehingga terhambat pelaksanaan administrasi berbasis teknologi, termasuk sistem pembelajaran daring dan pelayanan berbasis aplikasi.
“Tanpa listrik, tanpa sinyal yang baik, kantor desa dan sekolah kesulitan menjalankan fungsi-fungsinya secara maksimal,” kata Antonius.
Ia berharap Pemkab Kukar dan pihak penyedia jaringan telekomunikasi dapat menyertakan Lamin Pulut sebagai bagian dari wilayah prioritas perluasan sinyal dan infrastruktur jaringan.
Sebagai kepala desa yang telah menjabat selama tiga tahun terakhir, Antonius Wang Ngau berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Ia percaya bahwa kemajuan desa sangat ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dasar yang merata, termasuk listrik, jalan, dan jaringan komunikasi.
“Kami akan terus berjuang agar masyarakat Lamin Pulut bisa merasakan pemerataan pembangunan seperti desa-desa lainnya di Kukar,” tegasnya.[adv/diskominfokukar]

Discussion about this post