Perkab Kukar Mendorong Upaya SDM Lokal jadj garda terdepan layanan kesehatan desa

progreskaltim.id Pemerataan pelayanan kesehatan sebagai fokus utama Pemerintah Kabupaten (Perkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui peresmian Poliklinik Desa (Polindes) dan Rumah Bidan di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Senin (14/04/2025). Bupati Kukar periode 2021-2025 Edi Damansyah menyoroti bahwa penguatan penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal dengan pembangunan kesehatan masyarakat berbasis komunitas sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia berkelanjutan.

Peresmian Polindes dan Rumah Bidan di Loa Lepu menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemkab Kukar untuk mewujudkan pemerataan layanan dasar, khususnya di wilayah perdesaan. Upaya ini selaras dengan visi besar “Kukar Idaman” yang menekankan pembangunan inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

BacaJuga

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan seperti Polindes bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan cerminan nyata dari aspirasi masyarakat desa yang telah diakomodasi oleh pemerintah daerah.

Ia menambahkan fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat optimal, pengelolaan yang dilakukan harus profesional, sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan

“Ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang paling penting, fasilitas ini milik warga dan harus dijaga serta dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Edi Damansyah.

Edi turut menilai bahwa keberadaan medis secara lokal lebih menjamin kelangsungan pelayanan dikarenakan mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan warga setempat. Katanya beberapa tenaga kesehatan dari luar desa yang tidak dapat bertahan lama karena kendala adaptasi dan keterikatan emosional dengan masyarakat.

“Pengalaman menunjukkan, SDM dari luar sering kali tidak betah. Maka, partisipasi masyarakat lokal—terutama putra-putri desa sendiri—sangat penting agar pelayanan berjalan berkelanjutan dan lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Perkab Kukar dalam hal rekrutmen untuk mengutamakan  tenaga kesehatan dari lingkungan setempat, baik melalui beasiswa pendidikan tenaga medis maupun pelatihan berjenjang.

Selain itu, Edi mengingatkan pentingnya integrasi antara pelayanan kesehatan desa dengan program Dinas Kesehatan dan RSUD. Ia menilai, fragmentasi atau pelaksanaan program secara terpisah-pisah justru bisa menurunkan efektivitas pelayanan dan berdampak pada tumpang tindih pembangunan fasilitas.

“Program kesehatan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus terintegrasi dalam satu sistem pelayanan yang terpadu dan efisien,” tegas Edi.

Ia juga meminta Kepala Desa Loa Lepu dan jajarannya untuk terus membangun komunikasi yang aktif dengan instansi teknis terkait, terutama dalam hal perencanaan pengelolaan sumber daya manusia dan penyusunan program kesehatan masyarakat.

Dengan partisipasi aktif masyarakat dan pengelolaan yang terintegrasi, Pemkab Kukar yakin bahwa Polindes ini dapat menjadi role model layanan kesehatan berbasis desa yang berhasil dan berkelanjutan. (adv)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10