Perusahaan Tiongkok Klaim Produksi Baterai Nuklir Seukuran Koin

progreskaltim.id – Tiongkok terus memunculkan terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan dan industri. Salah satu perusahaan asal negeri Tirai Bambu bernama Beijing Betavolt New Energy Technology Co.,Ltd mengklaim berhasil mengembangan purwarupa baterai nuklir mini yang diklaim mampu memasok daya selama setengah abad. Baterai nuklir seukuran koin logam ini rencananya diluncurkan 2025 mendatang.

“Baterai energi atom Betavolt dapat menghasilkan listrik secara stabil dan mandiri selama 50 tahun tanpa memerlukan pengisian atau pemeliharaan,” klaim CEO Betavolt, Zhang Wei dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari situs resmi Betavolt.

BacaJuga

Betavolt merupakan perusahaan yang didirikan di Beijing, Tiongkok April 2021 lalu. Produk utamanya yakni baterai energi atom, semikonduktor dan inovasi superkapasitor.

Baterai yang sedang dalam tahap uji coba itu diberi nama, BV100. Lantas bagaimana prinsip kerjanya baterai nuklir pertama di dunia ini ?

Pihak Betavolt mengklaim baterai bertenaga atom atau biasa disebut bateri nuklir atau radioisotip ini memanfaatkan energi yang dilepaskan oleh isotop nuklir saat mereka meluruh.

Energi radioaktif yang meluruh ini diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan konverter semikonduktor. Betavolt telah mengambil pendekatan yang unik untuk teori yang mendasari ini.

Para ilmuwannya menggunakan elektron yang dipancarkan oleh bahan radioaktif yang disebut nikel-63 (Ni-63) untuk menghasilkan listrik.

Mereka mengembangkan semikonduktor berlian khusus, dengan ketebalan hanya 10 mikron, atau seperlima ukuran rata-rata rambut manusia.

Para ilmuwan kemudian menempatkan selembar Ni-63 berukuran dua mikron di antara dua semikonduktor berlian ini untuk menghasilkan listrik. Pihak Betavolt mengklaim, baterai nuklir ini bersifat modular.

“Terdiri dari lusinan atau ratusan modul unit independen, dan dapat digunakan secara seri dan paralel, sehingga produk baterai dengan ukuran dan kapasitas yang berbeda dapat diproduksi,” lanjut Zang Wei.

Pihak Betavolt mengklaim, baterai nuklir ini mengembangkan teknologi yang sangat berbeda dengan baterai energi atom yang dikembangkan Uni Soviet dan Amerika Serikat di tahun 1960an. Mengingat, teknologi baterai atom di kala itu bekerja menggunakan energi yang dilepaskan oleh peluruhan isotop nuklir untuk menyerap dan mengubahnya menjadi energi listrik melalui konverter semikonduktor.

“Jenis baterai ini memiliki volume dan berat yang besar, suhu tinggi internal yang tinggi, harga mahal, dan tidak dapat digunakan untuk penggunaan sipil,” sambungnya.

Sebuah baterai nuklir yang dikembangkan Betavolt diklaim mampu menyimpan daya sebesar 100 Mikrowatt, Tegangan 3V, dan Volume 15 X 15 X 5 Mm Kubik. Itu lebih kecil dari uang koin. Perusahaan berencana untuk meluncurkan baterai berdaya 1 Watt pada tahun 2025.

“Jika kebijakan mengizinkan, baterai atom dapat membuat ponsel tidak pernah diisi daya, dan sekarang drone yang hanya dapat terbang selama 15 menit dapat terbang sepanjang waktu,” ujarnya.

Zang Wei melanjutkan, inovasi baterai yang mereka kembangkan diharapkan memenuhi kebutuhan pasokan listrik jangan panjang di berbagai skenario. Mulai dari peralatan kecerdasan buatan, peralatan medis, sensor canggih, drone dan robot mikro.

“Inovasi energi baru ini akan membantu Tiongkok menjadi yang terdepan dalam babak baru revolusi teknologi AI,” pungkasnya.

Nampaknya, kita harus menunggu kebenaran klaim perusahaan yang baru berusia 4 tahun ini. Jika baterai ini bisa benar-benar diproduksi massal, tentu akan merevolusi penggunaan energi dan kecerdasan buatan di dunia. Kita tunggu saja !

Penulis Muhammad Ghazy Arkam

Editor Nalendro Priambodo

Sumber Beijing Betavolt New Energy Technology Co.,Ltd

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10