Petani Desa Mulawarman Mulai Terapkan Smart Farming

progreskaltim.id Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang berhasil membuka sawah pertanian seluas 400 hektare. Lahan padi ladang basah itu mulai penanaman perdana sejak 2025. 

Sawah itu dikelola Tiga kelompok tani (Poktan) utama di desa ini, yaitu Sari Makmur, Losai Jaya, dan Sari Bunga. 

BacaJuga

“Hari ini merupakan penanaman perdana padi sawah jenis MR oleh ketiga Poktan. Ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi pangan serta ketahanan pangan di Desa Mulawarman,” terang Kepala Desa Mulawarman, Mulyono 30 Mei 2025 usai penanaman perdana. 

Kesuksesan pembukaan dan penanaman perdana itu tidak lepas dari dukungan pemerintah desa bersama instansi lain. Mulyono menegaskan bahwa berbagai aspek penting seperti ketersediaan air, sistem irigasi, dan teknologi pertanian modern akan menjadi perhatian utama.

Petani juga mulai merancang inovasi dalam bercocok tanam, seperti penerapan sistem pertanian cerdas (smart farming), pemanfaatan teknologi irigasi yang lebih efisien, serta pengolahan hasil panen agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Selain semangat petani, keberhasilan pertanian juga bergantung pada faktor lain seperti ketersediaan air, sistem irigasi, pupuk, serta teknologi pertanian yang lebih modern,” ujarnya.

Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Dengan adanya perluasan lahan, diharapkan produksi padi dapat meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Pemerintah desa bersama instansi terkait berupaya memberikan dukungan berupa bantuan teknis dan perbaikan infrastruktur pertanian. 

Guna mempercepat pemenuhan kebutuhan petani, koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terus dilakukan. 

Selain dukungan dari pemerintah, keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pertanian juga dinilai krusial. Mulyono mengajak warga untuk aktif berkontribusi dalam program ini, baik dengan bergabung ke kelompok tani maupun mendukung upaya pertanian secara kolektif.

“Kami ingin pertanian di Desa Mulawarman ini semakin maju dan mandiri. Jika semua pihak ikut berkontribusi, saya yakin hasil panen tahun ini akan sangat memuaskan,” terangnya.

Meski berhasil, Mulyono menerangkan, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi petani. Mulai dari ketersediaan air irigasi. Hingga harga pupuk dan pestisida. 

Sebagai solusi, jangka panjang, mereka sedang mengusulkan pembangunan irigasi dan membantu subsidi pupuk. (adv/diskominfokukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10