progreskaltim.id Pemerintah Kecamatan Tenggarong menjadikan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai strategi mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan yang menyambangi 15 masjid di 12 kelurahan dan 2 desa ini, pemerintah daerah berupaya lebih dekat dengan warga dan memahami kebutuhan mereka secara langsung.
Camat Tenggarong, Sukono, mengatakan bahwa Safari Ramadan menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dua arah antara aparatur dan masyarakat. Dengan hadir langsung di tengah warga, pemerintah dapat mendengar aspirasi, keluhan, dan masukan yang sering kali tidak tersampaikan melalui jalur formal.
“Safari Ramadan bukan hanya tentang ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang dialog yang memperkuat kebersamaan dan memperdalam pemahaman terhadap kebutuhan warga,” ujarnya, Senin, 24 Maret 2025.
Kegiatan Safari Ramadan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tenggarong. Kehadiran mereka memperkuat nilai keislaman sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam. Setiap sesi Safari Ramadan juga memberi kesempatan bagi warga untuk berdialog langsung dengan pemerintah. Mereka dapat menyampaikan persoalan mulai dari kondisi infrastruktur hingga pelayanan publik yang memerlukan perhatian.
Salah satu warga Kelurahan Bukit Biru, H Rudi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Safari Ramadan membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat. “Kami merasa lebih diperhatikan karena bisa menyampaikan aspirasi secara langsung. Semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi, Safari Ramadan juga diisi dengan kegiatan tausiyah serta diskusi keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai Islam. Ketua MUI Kecamatan Tenggarong menilai kegiatan ini turut memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Dengan berkumpulnya warga dari berbagai latar belakang di satu masjid, semangat kebersamaan dan persaudaraan tumbuh lebih kuat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sukono juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan produktivitas selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa puasa seharusnya tidak menjadi alasan menurunnya kinerja, terutama dalam memberikan pelayanan publik. “Puasa bukan hambatan untuk tetap produktif. Justru Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa selama bulan suci, pelayanan publik di Kecamatan Tenggarong tetap berjalan optimal. Pemerintah kecamatan berkomitmen menjaga kualitas layanan sambil menghormati semangat ibadah warga. Dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, Safari Ramadan diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sukono berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat. “Kami ingin Safari Ramadan menjadi wadah yang bermanfaat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan yang tumbuh dari setiap kunjungan, Safari Ramadan di Tenggarong menjadi simbol harmoninya hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah suasana religius Ramadan, kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi dan dialog terbuka adalah kunci membangun pemerintahan yang inklusif, hangat, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post