progreskaltim.id Masih pukul lima pagi, namun halaman Langgar Fisabilillah di Kelurahan Maluhu sudah dipenuhi warga. Lampu-lampu kecil menyala redup, menyoroti barisan jamaah yang bersiap mengikuti Safari Subuh ke-298 Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (10/7/2025).
Di tengah udara dingin itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri hadir bukan hanya untuk salat berjamaah, tetapi juga menyampaikan pesan pembangunan yang berangkat dari nilai-nilai spiritual.
“Safari Subuh ini bukan sekadar ibadah, tapi cara kita memperkuat silaturahmi dan menata arah pembangunan dari masjid,” ujar Aulia.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri lurah, kepala desa, dan ketua RT se-Kecamatan Tenggarong, Aulia menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat.
“Setiap program yang dimulai dari masjid, insyaallah akan mendapat berkah dari Allah SWT,” katanya di hadapan jamaah.
Salah satu bentuk nyata kebijakan yang berpihak pada masyarakat adalah peningkatan dana bantuan RT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per tahun. Kebijakan ini menjadi bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Selain menyoroti aspek sosial, Aulia juga mengajak warga untuk memakmurkan rumah ibadah dan aktif dalam Gerakan Etam Mengaji (GEMA). Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda Kukar yang religius, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungannya.
Dalam kesempatan yang sama, Aulia menegaskan bahwa pembangunan di Kukar tidak boleh hanya berorientasi fisik. “Kita ingin Kukar tumbuh bukan hanya maju secara infrastruktur, tapi juga kuat secara spiritual,” ujarnya.
Safari Subuh ke-298 ditutup dengan syukuran bersama dan doa untuk keberkahan daerah. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan hingga usai, sementara Bupati Aulia melanjutkan dialog singkat dengan para tokoh setempat di halaman langgar. (adv/diskominfo kukar)

Discussion about this post