Tanggulangi Kebakaran, Wabup Avun Minta Tiap RT Miliki Mesin Penyedot Air

progreskaltim.id Keluarga Imam Solichin dilanda musibah. Rumahnya di Kampung Long Pakaq Baru, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, terbakar pada Jumat, 3 November 2023, sekira pukul 1 dini hari. Dihuni selama dua tahun, rumah tersebut merupakan satu-satunya tempat tinggal Imam Solichin.

Musibah tersebut menjadi perhatian Pemkab Mahulu. Rabu siang, 8 November 2023, Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, mendatangi lokasi tersebut. Ia datang bersama sejumlah pejabat pemkab. Salah satunya Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Mahulu, Honorata Yuliana Husun.

BacaJuga

Kepada korban kebakaran tersebut, Wabup Avun menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam. Ia mengaku dapat merasakan kepedihan yang dirasakan korban. Oleh sebab itu, Avun memberikan memberikan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, tempat alas tidur maupun selimut kepada korban.

Agar peristiwa tersebut tak terulang, Avun mengimbau masyarakat untuk lebih berwaspada dan berhati-hati dalam berkegiatan menggunakan api. Sebelum meninggalkan rumah, masyarakat diharapkan dapat mengecek dapur. Pastikan tak ada api yang menyalak di rumah. Dengan begitu, kebakaran dapat dicegah.

“Rumah-rumah di Mahulu rata-ratanya terbuat dari kayu. Jadi, harus memiliki kewaspadaan yang tinggi,” ujarnya.

Ia pun meminta para petinggi kampung memperhatikan penataan bangunan-bangunan. Ke depannya, ujar dia, rumah-rumah warga harus memiliki jarak aman. Hal ini bertujuan meminimalisasi kerugian dari musibah.

Wabup juga menganjurkan pemerintah kampung mengadakan pompa alkon air di setiap RT. Alat ini bisa mengurangi debit air sewaktu banjir dan memadamkan api saat kebakaran. “Dengan begitu, musibah bisa cepat ditangani,” sebutnya.

Kedatangan bantuan dari Pemkab Mahuli disambut positif Imam Solichin. Ia menucapkan terima kasih kepada Pemkab Mahulu yang sudah datang dan memberikan bantuan. “Kami sangat terharu atas bantuan yang diberikan Pak Wakil Bupati,” ucapnya.

Imam berharap, pemerintah dapat menyediakan alat pemadam kebakaran di setiap kampung dan ketersediaan air yang gampang dijangkau. Dengan begitu, apabila terjadi lagi kebakaran, penanganannya cepat dilakukan.

“Di kampung ini, kami sangat kesusahan mendapatkan air. Kami mendapatkan banyak air hanya ketika terjadi hujan. Kalau tidak ada hujan, kami harus turun ke sungai untuk ambil air. Inilah yang menjadi kendala kami saat memadamkan api,” katanya. (adv/prokopimmahulu)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10