progreskaltim.id “Pemkab Mahulu berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Mahulu mencapai 7,52 persen per Agustus 2024,”
Data itu diungkapkan Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kristina Tening ketika menerima kunjungan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo di Ujoh Bilang, Mahulu, Sabtu, 11 Mei 2024.
Penurunan angka stunting di Mahulu memang signifikan 22,88 persen selama 8 tahun terakhir. Tercatat, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi stunting di Mahulu tahun 2017 mencapai 30,4 persen. Kini, mencapai 7,52 persen. Artinya, ada penurunan 2,86 persen per tahun.
Keberhasilan ini tak lepas dari kerja kerja keras dan sinergi dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan seluruh pemangku kebijakan terkait
Meski demikian, lanjut dia menjelaskan, Pemkab Mahulu sangat menyadari masih banyak yang perlu dilakukan demi mencapai hasil yang lebih baik. Mengingat, sebagai daerah dengan karakteristik demografis yang unik, ada banyak tantangan dalam pengelolaan kependudukan dan keluarga berencana yang harus dilalui kabupaten termuda di Provinsi Kaltim ini.
“Oleh karena itu, kami berharap agar Bapak Kepala BKKBN RI dapat memberikan perhatian lebih kepada wilayah kami,” lanjut Tening.
Karena itu, Pemkab Mahulu berharap dukungan dari BKKBN dalam mengoptimalkan program keluarga berencana dalam pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana yang lebih menyeluruh dan tepat sasaran.
“Kami meyakini bahwa dengan bimbingan, masukan, dan komitmen yang lebih terfokus dari BKKBN, Kabupaten Mahulu dapat mencapai peningkatan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Mahulu juga berharap kolaborasi yang lebih erat dalam program-program unggulan BKKBN agar dapat diadaptasikan dalam konteks lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami menantikan kontribusi signifikan BKKBN dalam mengatasi berbagai tantangan, khususnya dalam mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta menanamkan kesadaran berkeluarga yang sehat dan sejahtera,” harapnya. (advprokopimmahulu)

Discussion about this post