Mahulu Punya 111 Ribu Hektare Area Nilai Konservasi Tinggi

progreskaltim.id Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menegaskan komitmennya dalam mendorong perlindungan Area Nilai Konservasi Tinggi (ANKT), yang kemudian akan dialokasikan untuk sektor pertanian. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Teguh Santoso, saat membuka Pelatihan ANKT di Ruang Rapat Bappelitbangda Mahulu pada Rabu, 13 Maret 2024.

“Berdasarkan Keputusan Gubernur, terdapat sekitar 456 ribu hektar lahan yang ditetapkan sebagai ANKT di Kalimantan Timur, di mana sekitar 111 ribu hektar berada di Kabupaten Mahulu,” ungkapnya.

BacaJuga

Bupati menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam mendorong perlindungan ANKT bertujuan untuk mencapai pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia menyambut baik pelatihan ANKT yang diselenggarakan oleh USAID SEGAR bekerja sama dengan Bappelitbangda Mahulu. Program ini diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan optimalisasi pemanfaatan kawasan.

“Oleh karena itu, dukungan data spasial yang akurat sangat penting, dan kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk tidak membangun di kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi,” tambahnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh Senior Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Yohanes Ryan, Koordinator GIS Ghufron, spesialis GIS dan Pemetaan Ali Syopyan, Spesialis Regional Keterlibatan Masyarakat Agus Irwanto Wibowo, para petinggi, sekretaris kampung, ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Mahulu, Koordinator GerbangMas dan P3MD, serta tamu undangan lainnya. (advProkopim)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10