progreskaltim.id Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo terharu mengetahui banyak petugas medis asli Mahulu. Hasto bangga, banyak bidan, perawat bahkan dokter berasal dari daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.
Hal itu dia ungkapkan ketika pertama kali berkunjung ke Mahulu, Minggu 11 Mei 2024. Hasto menilai, pembangunan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembangunan infrastruktur.
“Memang jalan dibangun bagus, tapi, jangan lupa SDMnya harus dibangun. Karena, apabila SDM bagus, pasti jalannya akan bagus,” terangnya.
Kabupaten paling muda di Provinsi Kaltim yang akan berusia 11 tahun ini memang sedang giat-giatnya menyiapkan SDM di berbagai bidang pelayanan publik. Salah satunya tenaga kesehatan.
Sejak beberapa tahun terakhir, ratusan tenaga kesehatan diberi kesempatan berkuliah ke sejumlah universitas ternama di Indonesia. Langkah ini agar semakin terpenuhinya kuantitas dan kualitas tenaga medis untuk pelayanan publik.
Sebab, saat ini, pelayanan kesehatan di Mahulu masih minim. Hanya tersedia 2 rumah sakit tipe D Umum yang hanya bisa memberikan pelayanan dasar. Belum sampai pelayanan yang lebih kompleks. Akibatnya, banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di kota lain.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kristina Tening yang mendampingi kunjungan mengatakan, kunjungan Kepala BKKBN sebagai bentuk perhatian dan komitmen mendukung visi misi pembangunan. Khususnya Program Bangga Kencana.
Program ini menekankan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
Pemkab Mahulu, lanjut dia sepenuhnya memahami bahwa aspek kependudukan memainkan peran kunci dalam pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, Pemkab Mahulu telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menurunkan tingkat kemiskinan” terangnya. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post